Archive for November 2016

Sumber Gambar : http://data.whicdn.com/

Jika aku diatas awan itu aku mungkin akan bermain,berlompat-lompat diatas awan itu. Tetapi kehidupanku yang miskin membuat diriku hampir terlena dengan buaian yang fana.
“Kue….Kue !! Kue Mas..Kue Mbak?”
Setiap pagi bukannya aku kesekolah tetapi aku harus membantu ibuku menjualkan kuenya,sisanya jika tak habis maka aku akan membawanya ke kantin sekolah untuk menjualnya. SD Suka Maju itu adalah sekolahku yang kutempuh dengan jarak 2 km karena aku tak punya uang untuk membeli sepedah yang sudah lama kuinginkan,ibuku dan ayahku sebenarnya bekerja,ayahku seorang mandor tetapi karena ia sering sakit-sakitan sekarang dia menjadi pekerja serabutan. Ibuku menjaga warungnya yang sepi oleh pembeli biasanya jika untung sehari ia bisa mendapatkan uang hanya Rp.100.000 itu pun dipotong dengan harga penjualan yang harus diberikan sebagiannya di pengepul. Pernah sesekali aku hanya makan nasi dengan sambal terong yang ditanam dikebun belakang dibumbui garam dan cinta ibuku “Yummy” terasa nikmat rasanya walaupun sederhana. Itu pun jika terongnya sudah masak.Namaku Dini Afrianti mungkin karena ayahku bernama Dafri dan ibuku bernama Yanti. Aku menyayangi mereka berdua,membesarkanku sampai-sampai mereka rela berhutang demi membayar SPP sekolahku.
            Pagi itu aku menjualkan jajananku tiba-tiba seseorang bersepeda montor yang ugal-ugalan hampir saja menabrakku sehingga jajanan kueku yang tak terbungkus jatuh ketanah,aku menangis ketakutan bagaimana ini,aku tak menyangka menjadi sekotor ini kueku terkena lumpur. Aku merasa kecewa dengan diriku sendiri yang tak bisa menjaga kueku agar tetap di tampahku. Aku merasa sedikit frustasi apalagi bajuku yang kotor aku juga takut akan di tertawai oleh teman-temanku. Apakah aku harus bolos sekolah dan tak pulang kerumah hari ini,tidak,apakah aku akan bertindak bodoh. Tidak.. Aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku. Lalu aku pergi kesekolah.
            Kemudian tiba-tiba seseorang memanggilku “Din…” suara itu sepertinya Rini teman akrabku dia seorang anak pengusaha sukses mobilnya yang dua itu,aku pernah pergi kerumahnya yang besar megah seperti istana. Namun orang tuanya seakan menganggap Rini hanya sebuah boneka yang tak pernah ia hiraukan. “Ada apa rin,kelihatannya kok sedih banget kenapa?” Sahutku
“Loh kenapa bajumu din,kok kotor gitu?” sambil melihat bajuku
“Tadi di jalan,aku hampir terserempet montor rin,dan kueku kotor semua jadi aku membuangnya” kataku sambil memperlihatkan muka cemberutku
“Yang sabar ya din,emang kurang ajar tuh bisa-bisanya nabrak temenku. Kalo boleh aku beli semua kuemu gmana?” jawabnya
“G-Gak usah lah rin,emang ini semua tanggung jawabku biar aku yang nanggung semua !”
“Alah kamu itu mesti gitu lo,nih kalo begitu buat hadiah saja sebagai temenku yang baik hati” sambil mengayunkan tanggannya yang membawa uang sepuluh ribu
“M-Makasih bgt rin,aku emang butuh tapi apakah ini gak merepotkanmu uang jajanmu gimana?” Jawabku dengan polos
“Alah gak apa-apa,kata guru agama jika kita diberi rezeki terima aja deh”
“Makasih,Alhamdulillah sekarang aku bisa memberi ibuku uang.” Jawabku dengan gembira
(KRIIIINGG !!)  Bel masuk pun berbunyi kami segera berbaris lalu memasuki kelas masing-masing.
            Saat istirahat biasanya aku makan dengan bekalku  yang sederhana bersama Rini,
“Tempe lagi din?” tanya Rini
“I-Iya,hehehe gak apa-apa kok ini enak lo buatanku sendiri !”
“Wah bener ya? Hmm ini aku juga punya seseuatu untukmu ini buatanku omelet cinta haha” jawabnya dengan tawanya
“Wah makash..”
Di tengah pembicaraanku tiba-tiba seorang temanku  mengambil omelet yang akan di berikan kepadaku. Dia bisa dibilang teman yang jahat selalu menjahiliku mengolokku tetapi Rini selalu membelaku. Namanya Santi walaupun dia anak orang miskin sepertiku tetapi sikap sombongnya tak tertandingi karena ia mempunyai banyak teman yang mendukung tingkahnya itu.
“Eh elu anak miskin bisa-bisanya makan makanan yang beginian,ini cocoknya nih buat gue?” teriaknya sambil melihat kalungku
“Eh kalung ini bagus amat gue boleh pinjem?” sahutnya sekali lagi
“Lu tau diri dong lu itu juga miskin? Elu ngatain temen gue sama aja lu ngatain gue mau lu gue aduin ke guru?” balas Rini
“Silahkan aduin sana mana gue takut,yuk kabur kawan !” jawab Santi
Lalu mereka kabur tanpa ada rasa bersalah pun pada Dini,lalu Rini pun mencoba untuk menghiburku.
“Din,kamu gak usah sedih ya?”
“Gak kok rin,aku tegar kok.”dengan senyumku
Sebenarnya hatiku sangat hancur ketika Santi mengolokku dengan kata miskin itu, Andai saja aku seperti Rini pastilah aku bahagia namun aku tiba-tiba teringat orang tuaku yang selalu berjuang mendidikku membesarkanku walaupun ujian bertabu-tabu menghemparkan kami. Lalu aku dan Rini kembali ke kelas masing-masing. Sesaat aku merasakan ingin buang air kecil lalu aku pergi ke toilet sebentar.
Setelah itu aku masuk ke kelas dengan suasana yang suram mencengkam semua orang melihatku dengan mata sinisnya. Ada apa ini? Apakah ada gempa atau apapun? Lalu tiba-tiba Santi berteriak “Itu Bu !! dia kan tadi bersama Rini pasti dia pelakunya !”
EHHH !!! Ada apa ini. Lalu temanku membawaku kedepan kursi yang berhadapan dengan guruku. Llau guruku mencoba mengintrogasiku.
“Din.. temanmu Rini telah kehilangan uang sakunya yang tidak besar Rp.50.000 apakah kamu mengambilnya?”
Deggg 111 Serasa jantungku berhenti berdetak,bisa-bisanya aku dituduh begini. Ya Allah apa salahku lalu kucoba menahan tangisku. Seakan tak bisa kutahan air mataku menetes. Sambil berteriak seperti anak kecil,aku sangat malu saat itu.
“TIDAAAKK,AKU TIDAK MENGAMBILNYA !!!” teriakku
Lalu santi mengelakku “Kamu kan tadi bersama Rini Din.. ngaku sajalah lu!!” balas Santi
Lalu tiba-tiba Rini berteriak
“TIDAK MUNGKIN---,Tidak mungkin temanku ini mengambil uangku aku tidak hanya bersamanya tetapi tadi aku juga melihat santi dan teman-temannya kenapa tak introgasi mereka bu !”
“tii—DAK,aku benar-benar tidak mengambilnya kok” balas Santi
Lalu tiba-tiba sangking ketakutannya ia mundur ke belakang sehingga dompet Rini pun terjatuh dari sakunya.
“Itu punyaku !! emang bener KAMU YANG NGAMBILNYA !”
Setelah itu Santi pun dimarahi habis-habisan oleh guru,lalu aku pulang. Walaupun memang bukan aku yang mengambil uang Rini tetapi hal itu membuatku trauma Rini memang anak yang baik,tetapi aku mungkin hanya membebani Rini. Aku berjalan di pimggir jalan lalu aku melihat langit diatasku jika aku disana pasti sangat menyenangkan. Melompat-lompat bagaikan putri tetapi hal itu hanya menghayalkan. Tiba-tiba tak sadar seseorang menjatuhkan dompet,lalu tanpa pikir panjang aku mengambilnya. Tak kusangka ternyata itu copet semua orang hampir menghajarku,tetapi untungnya seseorang bapak sepertinya pemilik dompet ini melerai semua orang yang hampir menghajarku.
“Sudah,sudah bukan anak ini yang mencuri dompetku tadi. Dek apakah kamu baik-baik saja?”
“I-Iya” jawabku dengan polos
“Kelihatnnnya kamu kelaparan mau aku traktir,?”
“Gak-Usah repot-repot pak”
Lalu tiba-tiba dia menarikku kulihat dia adalah orang baik-baik,lalu aku di berhentikan di tempat restauran yang terkenal di kota ini. Apakah aku pantas bahkan bajuku masih kotor begini. Lalu dia memintaku  untuk memesan menu apapun kesukaanku.Sambil memandangikuku dia kelihatan sedih
“Dek,mungkin saja anakku sekarang berumur sepertimu,tumbuh cantik sepertimu.” Gumamnya
“Maaf pak,memangnya bapak tidak mempunyai anak?” Jawabku
“Hah…” dia sedikit menghela nafasnya
“Bapak ceritakan,dulu aku senang sekali ketika anakku lahir aku ditelpon oleh dokter untuk segera ke rumah sakit,tetapi aku sedang ada urusan di kantorku sehingga aku tak bisa keluar. Tetapi aku nekat untuk mengunjungi rumah sakit,aku bolos rapat. Lalu aku pergi,tetapi---“ Sambil menangis
“Maaf pak,aku membuat bapak menangis.” Jawabku
“Ti-Tidak apa-apa aku hanya mengingat kembali kejadian itu membuatku trauma memiliki anak lagi dan sekarang anak angkatku saja tidak pernah aku urus aku seperti merasa sangat berdosa. Istriku dan aku kaget ketika itu,anakku hilang telah dicuri oleh seseorang yang tak bertanggung jawab. Selama 7 hari pencarian tak ketemu-ketemu akhirnya kami pun menyerah dan meminta anak yatim piatu menjadi anakku dan sangking stressnya—Istriku meninggal” jawabnya dengan menahan tangis
Kelihatannya aku telah membuat bapak ini menangis lalu tiba-tiba ia kaget melihat kalungku yang menyila di leherku.
“INI !! Di—Dimana kau mendapatkan ini?” Tanyanya
“Ini pemberian orang tuaku satu-satunya saat aku kecil bagus ya?”
“Oh.. I-iya aku rasa,agak familiar dengan kalung ini?”
Lalu kami berbincang-bincang banyak tentang aku dan bapak ini bernama Rony Subdiyo. Dia bapak yang baik hati,rela mengantarkan ku pulang kerumah dengan mobilnya mungkin anaknya itu sama baik hatinya dengan bapak ini. Lalu orang tuaku menyambutku dengan rasa cemas mungkin karena aku telah pergi berjam-jam sehingga ortuku cemas.
“Terimakasih nak,anda siapa?” tanya ibuku
“Hmm..
Aku hanya kebetulan aja ketemu dia bu,dia anak yang baik sehingga aku mengajaknya makan. Ini buat sedekah” lalu dia mengantungkan sebuah kresek berisi ayam opor kesukaanku
“Terimakasih pak,gak usah repot-repot deh maaf merepotkan anak saya” Sambil diam-diam mengambil opor ayam itu
Hmm memang Pak Rony itu seorang yang baik hati,aku pun bisa makan malam bersama dengan makanan kesukaanku sehingga aku merasa hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku. Setelah selesai Sholat isak aku pun tak sengaja mendengar pembicaraan ibu dan ayahku di ruang tamu.
“Pak,gimana anak kita? Dia sudah besar aku tak ingin anak kita sengsara karena kita dan kita sudah menyengsarakan orang lain karena ini,apakah kita harus memberitahu Dini tentang semua ini?”
“Tak usah bu suatu hari nanti Dini akan tahu semuanya,aku juga kasihan melihat Dini terus sengsara seperti ini aku harus mengembalikannya”
Lalu (BRAAK…) aku pun berlari menuju kamarku sambil menggebrakkan pintu sehingga ayah dan ibuku kaget. Mendatangiku sambil bergumam “Apakah pembicaraan tadi didengar Dini,DIN !!” Aku tak menjawabnya mereka meneriakiku aku hanya tidur tengkurap dengan kepalaku terutup oleh bantal,ujian apalagi yang kurasakan akus udah banyak mendapatkan ujian ini tapi apa maksud dari perkataan ibuku ini apakah ibuku dan ayahku benar-benar orang tuaku. Aku terus memikirkan itu. Lalu aku mulai tersadar,kalung ini apakah kalung ini ada kaitannya dengan orang tuaku. Aku harus menanyakannya kepada ortuku.
“Ibu.. Ayah,aku ingin kalian jujur kepadaku”
“N-Nak aku rasa kamu sudah saatnya untuk mengetahui ini,aku dan ayahmu ini bukannlah ibu dan ayahmu yang asli,kami hanya manusia kotor yang menginginkan anak sehingga kami pun mencuri kamu dari salah satu orang yang baru melahirkan. Kami menyayangimu sampai kami menghutang agar dapat memberikan kamu susu. Tolonglah percayalah kami hanya ingin mengadopsimu menyayangimu.”
Lalu sesaat aku merasa perasaanku serasa disakiti seperti tertusuk oleh pedang tapi masih sakit ini,aku terpuruk tak dapat menahan tangisku hingga orang tuaku tak sanggup menghentikan tangisku hingga aku tertidur.
Paginya pun pemikiranku masih seperti malam itu,mungkin sifat kebocahanku masih ada sehingga aku kabur dari rumah dan mendatangi tempat yang biasanya menjadi renunganku,dibukit yang hijau merona angin yang sepoi-sepoi membuat hatiku tenang kembali dan memikirkan lagi itu semua “Diatas Langit Masih Ada Langit” Itulah yang ada di benakku,kenapa aku harus sedih aku kan masih memiliki kelurga yang sangat menyayangiku walupun sebenarnya mereka bukan keluargaku. Tiba-tiba seseorang dari kejauhan tampak seperti seorang ayah dan anak ternyata itu bapak Rony bersama Rini ngapain dia disini,oh iya Rini kan tahu tentang tempat perneunganku,karena aku telah mengajaknya. Lalu Pak Rony pun memelukku sambil menangis dan berkata “ Aku berjanji-Aku Berjanji” aku tak tahu apa maksud dari perkataan pak Rony itu lalu dia menjelaskan semua dan ternyata Pak Rony itu adalah ayahku yang sebenarnya.

Aku berjanji menyayangimu,mencintaimu,dan menjagamu walupun langit memang masih tinggi aku akan tetap diatas awan ini.

Diatas Langit Masih Ada Langit - Cerpen

Posted by : Hafian Kyun
Kamis, 24 November 2016
0 Comments
Sumber Gambar : http://www.9hdw.com/

Cerita ini bermula ketika Sekolah Menengah Atas Kazayama penerimaan siswa baru di sekolahnya. Ryuu seorang anak laki-laki yang berusia 17 tahun mendapatkan kelas yang baru yaitu 11-G. Semua murid menganggap Ryuu sebagai siswa yang berprestasi,unggul dalam mata pelajaran apapun. Tapi ketika itu Ryuu merasa dirinya ada yang aneh dengan kelas tersebut. Ryuu selalu dating pagi-pagi karena rumahnya yang tak jauh dari sekolahnya. Saat itu kebetulan tidak ada seorang pun ada di kelas hanya ryuu dan tas yang menemaninya setiap pergi sekolah. Ruangan yang sepi membuat Ryuu merasakan sebuah ketegangan luar biasa. Lalu Ryuu menatap jendela yang tak jauh dari tempat duduknya,alangkah terkejutnya ia setelah melihat seorang murid perempuan yang belum pernah ia temui di sebelah ruang guru sambil berdiri memandanginya. Rambutnya yang panjang dan poninya yang menutupi matanya sehingga Ryuu tidak bisa mengenali wanita tersebut. Lalu tiba-tiba wanita tersebut mengarahkan telunjuknya ke sesuatu,lalu Ryuu menengoknya tidak ada suatu pun disana selain sebuah almari yang telah lama dan kusam. Lalu Ryuu berbalik dan wanita tersebut menghilang dari pandangannya.temannya dating dan menanyainya ”ryuu… kau melihat apa…” dengan wajah terkejut ia lalu diam tak bisa berbicara sepatah kata pun.
            Pelajaran sejarah pun dimulai ia masih kebingungan apa yang telah ia lihat tadi,”apakah hanya halusinasiku saja ya…” gumamnya
“ryuu ada apa apakah kamu sakit?” Tanya guru sejarah.
“tidak pak…” ucap ryuu sambil terkejut
“kalau memang ada masalah konsultasi ke bapak,pasti bapak bantu…” ucapnya sambil menepuk bahunya Ryuu
Guru sejarah Pak Jo memang dia tau persis tentang keadaan sekolah ini menurutnya sekolah ini dulunya pernah ada salah satu siswi nya yang dibunuh karena dihamili oleh pacarnya,dan isunya pacarnya jatuh strees karena di hantui oleh Hantu Siswi tersebut. Rumor yang beredar banyak siswa siswi yang pernah melihat seorang wanita yang berlarian disamping kamar mandi dan mereka tak pernah menemukan siapapun disana.
 Setelah kebingungan Ryuu dia coba berpikir tentang hal tersebut “tadi wanita itu menunjuk pada almari ini sebenarnya ada apa di lemari ini,tak seorang pun yang menggunakan lemari ini dan aku tak tahu apa isi lemari ini.” Pikirnya
            Di kantin yang biasanya banyak sekali siswa siswi yang berdatangan tetapi anehnya hari ini tak ada seorang pun yang datang ke kantin ini. Anehnya lagi Ryuu melihat wanita yang tadi pagi muncul di sebelah ruang guru,ia mencoba mendekatinya tetapi wanita tersebut malah mengelak “tunggu….” Sambil memegang tangan wanita tersebut. Alangkah terkejutnya ia melihat kornea mata wanita itu berwarna ungu,”itulah sebabnya aku selalu menghindar dan menutupi wajahku dengan poniku…” balas wanita tersebut seakan tahu apa yang dipikirkan Ryuu. “Ada apa sebenarnya,apa yang kau tunjuk tadi pagi terhadapku?” ia bertanya
“Berhati-hatilah kelihatannya dia menyukaimu…” balasnya dengan nada datar
“Menyukaimu? Siapa ? Siapa?”
“Coba kau tanyakan kepada Jo-Sense tentang sejarah sekolah ini khususnya kelasmu 11-G itu..” sambil berjalan menjauh dari Ryuu
“TUNGGU…!
siapa namamu,namaku Ryuu..”
“Namaku Violet,senang berkenalan denganmu…”
Sejenak Ryuu merasa tak bisa berpikir apapun, sambil mematung lalu Violet meninggalkannya begitu saja.
            Keesokkannya istirahat ia mencoba untuk menemui Jo-Sense yang biasanya selain mengajar Sejarah ia juga menjadi penjaga perpustakaan sekolah. Tiba disana ia terheran dengan gambar yang dibuat Jo-Sense seorang Wanita berumur sekitar 15 Tahun yang menggendong sebuah boneka. “Ano… Jo-Sense… Maaf Mengganggu. Apakah aku boleh bertanya” Ucap ryuu sambil terheran
“uh.. Tidak apa-apa silahkan mau bertanya apa?”
“kudengar Jo-Sense sangat mengenal Sekolah kami…”
“ ya Begitulah… Memangnya ada apa?”
“apakah kau tahu tentang sejarah sekolah ini..?”
Sambil tersenyum Jo-Sense agak terkejut mendengar pertanyaan Ryuu
“Hahaa…
apakah kamu sudah mengetahuinya,di kelasmu 11-g itu telah terjadi hal yang membuat sekolah ini tercemar tetapi kami menutupinya ironi sekali…”
“me—mangnya ada apa…?”
“tiga tahun yang lalu,siswi yang bernama Chizuzu dibunuh oleh pacarnya yang sekelas dengannya dan kelas itu adalah kelasmu,dia dimutilasi kepala dan badannya dimasukkan kedalam lemari yang sekarang kami kunci sehingga tidak ada seoarngpun yang dapat membukanya,jadi jangan coba-coba membuka almari tersebut kalau kau tak mau membuat masalah lebih besar lagi.”
Wajah Ryuu mulai tegang dan rasa ketakutan pun merajalelanya,”jadi… yang dimaksudkan Violet itu adalah ini..” gumamnya “terimakasih sense aku menjadi mengerti,tetapi apakah anda tahu siswi bernama Violet kelasnya dimana?”
“Violet? Kau tahu rumor belakangan ini jika kau menatap matanya selama 10 detik kau akan bisa melihat hantu disektiarmu,tetap berhati-hatilah dia ada di kelas 10-B”
“Terimakasih sense,aku akan menemuinya…”
dengan acuhnya dia tak menghiraukan perkataan Jo-Sense lalu meninggalkannya
“kelihatannya dia tak menghiraukanku… Chizuru” gumamnya
 Lalu setelah ia tiba di kelasnya,ternyata violet tidak ada di kelasnya dia menanyakan kepada teman sekelas violet Kemana dia pergi. Lalu ryuu menemukannya di toilet perempuan anehnya dia sedang berbincang-bincang dengan tembok, “apakah dia waras?”  pikirnya. Setelah itu ia mendekatinya sambil memdang pundaknya “kamu sedang ngapain disini,bicara sama siapa?” ujarnya
“itu bukan urusanmu”
“tolong hargai kalau berbicara dengan orang lain seharusnya kamu itu melihatku”
“jangan,kau akan bisa melihat hantu…”
“hahaa,jangan mengigau mana mungkin hantu itu ada.”
“jangan menganggap remeh,sebenarnya manusia dilahirkan tidak sendirian. Disetiap manusia lahir pasti mempunyai hantu yang sama persis dengan dia,jika sang manusia itu mati si hantu tidak akan mati. Mereka mengetahui sejarah hidup orang yang selalu ada dengannya,mudah saja aku mengetahui banyak hal tentangmu karena aku bisa melihat hantu…”
“HENTIKAN OMONG KOSONGMU,coba buktikan mana hantu yang kau sebutkan itu !”
lalu Violet memalikkan pandangannya dan mulai menatap Ryuu selama 10 detik. Ryuu hanya bisa terpaku melihat wajah violet yang sebenarnya manis sekali jika ia dilihat dari depan,lalu tak lama setelah itu Ryuu pingsan. “Ahhh… Aku dimana ini,oh UKS” sambil menatap sekitarnya,alangkah kagetnya ia melihat begitu banyak mahluk aneh tapi wajahnya yang seperti manusia berlarian kesana kemari lalu ia menghilang. Suasananya begitu aneh tak seperti biasanya,saat ia mencoba meraih mahluk tersebut mahluk itu pudar seperti asap. Tetapi anehnya ketika ia coba untuk berkomunikasi mahluk tersebut mengerti apa yang diakatakan Ryuu terhadapnya. Lalu dengan perasaan bingung ia berlari menuju lorong sekolah dia tak menyadari bahwa hari mulai gelap dan gerbang sekolah mulai tutup. “SIALAN…. Dimana Violet itu?” jawabnya dengan perasaan marah.Ia mencoba untuk pergi kekelasnya alangkah terkejutnya ia melihat mahluk besar berkepala kambing,badannya yang kurang lebih 3 meter,bergigi tajam, dan berbulu tiba-tiba muncul sambil berteriak “GROAAAAHH…..!!”
“ini hanya ilusiku saja aku akan melawannya” jawabnya. Kemudian dia coba untuk memukulnya tapi alangkah terkejutnya ia tak bisa menghilang seperti mahluk-mahluk yang lainnya. “SIALAN… Argggghh…” mahluk tersebut menyerang Ryuu tiba-tiba mahluk tersebut terbelah menjadi dua “Criiing….” Dilihatnya seorang wanita berbaju putih sambil membawa sebuah pedang panjang,tapi ia tak mengenali wanita tersebut ia kemudian menghilang dari pandangannya. “kemana dia?” tanya Ryuu. “Gimana nih,aku harus keluar dari sekolah ini.” Sambil berlarian ia melihat kesana kemari seiring waktu banyak mahluk-mahluk mengelilinginya “Ahhh.. apa lagi ini…” seekor mahluk pun muncul kini berbeda dari sebelumnya,seekor lipan besar berbadan seperti manusia menyerangnya. “apa yang harus kulakukan,jika aku melawannya aku pasti terluka.” Tak ada jalan lain selain menghindar dan berlari,tanpa ia sadari dia terjungkal karena ekor lipan tersebut “Bruuuk….argggghh” sekali lagi seorang wanita datang tepat di depannya sambil membawa pedang bertulisan 119 digagang pedangnya,kini ia bergaya seperti “X Strike”  atau yang biasanya di gameku disebut gerakan silang dalam membelah lawan. “Cruaaattt…” lalu mahluk itu pun menghilang,”siapa kamu?” betapa kagetnya Ryuu ia menatap wajah wanita tersebut dengan matanya yang berwarna ungu “apakah itu Violet?” lalu ia menghilang lagi.”Sialan,kemana hilangnya dia. Kemana sih gerbangnya ini apakah aku hanya berputar-putar mengelilingi sekolahan saja?” lalu ia sadar bahwa semua ini sudah terbalik gerbang yang dulunya ada di depan kantor Guru sekarang sudah berpindah tapi kemana? Lalu ia melihat sekitar lalu berfikir,”jika gerbangnya ada di depan kantor Guru berarti kalau kebalikannya pasti ada di----“ “KELASKU…” kemudian ia berlari menuju kelasnya sebuah lorong gelap dilaluinya sampai di tengah jalan ia melihat sebuah boneka yang pernah ia lihat sebelumnya tergeletak di tanah “apakah itu boneka yang ada di Jo –Sense Kemarin?” lalu ia mengambilnya tiba-tiba boneka itu hidup lalu berbicara “Kau manusia tak pernah merasakan apa yang kami rasakan…” seketika itu ia melemparkan boneka itu kembali. Tanpa ia duga tiba-tiba boneka itu menyerangnya menikam punggungnya “arrrggghh…” darah pun muncrat tak terkendali lalu ia terjatuh dengan matanya yang masih samar-samar ia melihat boneka itu terus mendekatinya tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena badannya sudah lemas terkulai seperti bantal yang tak bernyawa. Akhirnya ia pingsan.
            Setelah ia tersadar ia kembali ke UKS,jadi begini systemnya jika aku meninggal maka aku akan respawn disini.Tanpa pikir panjang ia pun berlari aku melewati semua monster yang tadi menghadangnya,ia terus berlari hingga ia terpaku dengan seorang wanita yang tadi dia temui pakainnya putih rambutnya ungu,matanya--. UNGU, Mungkinkah itu Violet,coba dia dekati semakin mendekat ia dekati dia lalu ia menangkapnya lalu memeluknya tapi pelukannnya membuat ia tergeliat kesakitan seperti sedang sesak nafas,sambil terucap sesuatu sebuah kata “ryuu bolehkah aku meminta sesuatu kepadamu? Tolong bawakanlah aku air lalu seikat bunga untukku jika kau mau lihatlah disamping belakang halaman sekolah ini kau pasti akan tahu,maukah kamu..” Ryuu lalu menganggukkan kepalanya lalu seketika langit menjadi ungu,mata Ryuu berubah warna menjadi ungu lalu dunia itu meledak hingga, Berakhirlah dunia yang menyeramkan itu lalu Ryuu kembali tersadarkan lewat mimpinya. Lalu ia kembali kehidupan normalnya,lalu ia tercengang bahwa ada sebuah kuburan di belakang halaman sekolahnya,sebuah nama tertulis “Chizuru Bakane”. Sejak itu ia menuruti permintaannya akan membawakannya sebuah bunga dan air,dan sejak itu pula Violet yang katanya akan pindah sekolah ke Tokyo.


Violet - Cerpen

Posted by : Hafian Kyun 0 Comments
Sumber Gambar : http://www.sadever.com
Hari itu, aku merasa diriku hidup tak ada artinya lagi. Kehidupan ini hanyalah membuatku terbebani. Namaku Hazegawa Namae nama yang aneh bukan? Sama seperti ayahku yang meninggalkanku bersama adik ibu ku entah kemana aku tak peduli. Dua tahun ini aku mengalami masa-masa sulit aku harus bekerja menghidupi adikku karena dua tahun lalu ibukku meninggal dan Adikku 2 tahun ini ia hanya bisa berbaring di atas ranjang Rumah Sakit karena penyakitnya Setiap hari aku mengunjungi ia,aku selalu membawakannnya sebuah novel untuk hadiah hanya agar adikku selalu tersenyum . Aku berjalan menuju rumah sakit lalu menemuinya,dikamar 301 ia hanya berbaring dan di infus lalu ia menyapaku.
“kakak,Sekolah itu asyik gak?”
“sama sekali tidak,karena aku juga tidak sekolah” Sahutku
“cobalah,mungkin kakak bisa tahu.”
“kalau kakak lebih pintar,mungkin iya ! Aku masih bodoh.”
“kakak jangan ngomong gitu,kita semua pasti bisa kok.” dengan polosnya
“ ah iya, Betul adikku yang pintar” sambil mengelus kepalanya
“Kalalu teman? Teman itu asyik gak?”
“Nonton TV, dan main game sendirian itu lebih asyik,daripada  harus tertawa walaupun lawakannya tidak lucu.”
“aku pikir teman itu asyik, karena mereka bisa membuatku tertawa walaupun memang lawakannya tidak lucu.”
“ah iya juga. aku pikir begitu..”
“oh..iya,aku mempunyai hadiah untukmu”
“wah hadiah lagi asyiiikk….”
lalu ku ambil hadiah di dalam tasku,lalu ia mengambilnya sambil membukanya sebuah novel di pegangnya.Lalu ia dengan polosnya mengucap terimakasih kepadaku lalu ia tersenyum. Kekhawatiranku seakan sirna karena senyumannya.
            Pekerjaanku sebagai seorang kuli bangunan,tetapi cukup untuk menghidupiku bersama adikku. Tapi terkadang aku hutang kepada bibiku yang ada di luar negeri,kalau aku sangat membutuhkan uang.
Tetapi kau tak ingin menyulitkannya aku menabung hanya untuk menyenanngkan adikku dengan memberikannya hadiah novel,walaupun ia selalu kuberikan sebuah novel tetapi ia selalu tersenyum dan berterimakasih kepadaku. Dan setiap harinya aku memasukki toko buku walaupun aku tak pernah membacanya. Aku tidak tahu untuk apa aku hidup. Entah apa alasannya. Aku tidak tertarik dengan orang lain. Aku ingin hidup sendiri,hanya bekerja untuk mencukupi hidupku di hari esok Ya secukupnya. Tapi aku juga selalu mengunjungi adikku,tak kenal waktu kapanpun aku selalu mengunjunginya.
Dia selalu menyukaiku,walaupun saat ibunya meninggal ia menangis didalam pelukanku. Aku tak ingin lagi adikku menangis sedih didepanku aku akan menebusnya dengan sebuah senyuman darinya. Aku dan adikku sangat berbeda, ia sangat berjuang untuk hidupnya walaupun aku selalu menyerah. Tapi Selama 2 tahun ini ia hanya bisa berbaring disini,sungguh malang nasibnya. Inginnya aku menggantikan posisi dia, dan itu tak mungkin. Hanya perasaan itulah yang membuatku tetap ingin hidup.
Di Musim dingin sangat berbeda di musim panas biasanya,sehingga aku kedinginan saat memartil paku-paku ini. Adikku sangat ingin melihat kembang api saat tahun baru,makanya aku ingin menabung lebih banyak lagi dengan melamar pekerjaan sampingan demi mewujudkan impian adikku.Suatu hari aku berjalan di depan taman,kulihat banyak anak kecil bersama orang tuanya saling bermain disana,aku sangat iri dengan mereka. Mereka mempunyai tujuan hidup,sedangkan aku? Orang tuaku telah tiada apa tujuan hidupku? Aku duduk di taman itu,lalu seorang anak kecil mengajakku bermain sambil menarik tanganku,tetapi.. awalnya aku tak ingin diajak bermain,lalu ia menangis terpaksa aku menemaninya bermain petak umpet. Lalu aku menghitung sampai sepuluh,dimataku aku hanya bisa melihat warna hitam pekat lalu setiba angka sepuluh aku membuka mataku,tercengang melihat keadaan taman yang sepi tanpa orang. Aku berfikir bahwa suatu saat nanti kita akan sendirian,kita akan meninggalkan orang yang kita sayangi dan meninggalkan apa yang kita sukai.

   Tetapi walaupun begitu,suatu saat kita tak lagi sendirian. Aku menemukanmu. Dan tawaku yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya kini terucap jelas di mulutku. Sudah saatnya aku menyadari bahwa aku teringat senyuman Adikku yang begitu tulus menyayangiku. Apakah hal itu yang membuatku terus hidup? Aku bodoh sekali baru menyadarinya. Lalu aku berfikir oh iyaa,aku bisa meminta izin kepada dokter agar aku bisa membawa adikku untuk melihat kembang api pada tahun baru nanti. Tetapi apakah kursi roda ini bisa melewati salju? Ahh aku kan bisa menggendongnya walaupun sampai sejauh apapun aku bisa menggendongnya. Aku akan membelikan barang yang disukainya lewat uang tabunganku. Mungkin aku bisa mengajakknya untuk makan di restauran yang terkenal agar ia dapat mengenangnya. Aku coba memberitahunya besok.
            Besoknya aku mulai berangkat menuju rumah sakit karena ini jam besuknya,dengan perasaan senang tak lupa aku membawakannya makanan yang disukainya yaitu Sup Udon yang sudah terbungkus plastik. Tapi,di tengah jalan aku ceroboh karena tak menyebarang dengan hati-hati aku tertabrak sebuah mobil mewah hingga aku terpental,aku hanya bisa melihat sup udon kesukaan adikku jatuh berceceran di tengah jalan lalu semuanya menghitam.Aku hanya bisa mendengar suara-suara yang kebingungan melihatku terbaring disini. Lalu mataku terbuka disampingku ada sebuah infus hingga aku teringat adikku,lalu dengan refleknya aku bangun lalu berteriak Riiinnn……!! seorang pria tua pun datang lalu mencoba menenangkanku,tapi aku terus berontak.
“tenanglah..tenanglah,ini akan baik-baik saja…”
“tetapi bagaimana tentang adikku ia juga ada dirumah sakit”
“oh adikkmu,iya aku tahu karena suster ang merawat disini kenal dengan kamu karena setiap hari kau kermuah sakit lalu ia menceritaka semua kepadaku tentang kamu,tolong dengarkan aku !”
Lalu aku pun diam…
“Sebelumnya syukurlah kamu sudah sadar,aku sangat mengkhawatirkanmu. Maaf  aku tadi tak melihatmu saat menyebrang,aku mendengar bahwa kamu seorang yatim piatu ya?” dengan menghela nafasnya

“Yahh.. hmm salahku juga sih karena aku tak hati-hati aku menjadi tertabrak untunglah aku tak apa-apa,ya aku seorang anak yatim piatu ayah yang bodoh itu meninggalkanku bersama ibuku yang sudah meninggal dan adikku yang sangat kusayangi,memang ada apa sensei menanyakan hal begitu?” jawabku

“ibumu meninggal… eto,,,  aku sangat sedih atas kematian ibumu.” Dengan mengehla nafas sekali lagi
“setiap orang pasti mempunyai alasan tersendiri nak kau suatu hari pasti akan tahu apa alasan ayahmu meninggalkanmu beserta ibu dan adikkmu. Aku ingin kau menjadi anakku tentu jika kau mau? Aku akan mencukupi kebutuhanmu dan membayar semua biaya rumah sakit ini”

“sudahlah sensei jangan khawatir,terimakasih atas tawarannya tapi sepertinya aku harus berjuang sendiri untuk sekarang,”
“apakah kau yakin tidak mau ikut denganku?”
“tentu,apakah ada keraguan di benakku?”
“baiklah kalau begitu,tetapi aku akan membayar biaya rumah sakit ini sebagai bentuk tanggung jawabku karena telah menabrakmu.”
“kalau tidak keberatan,terimakasih banyak sensei…”
Lalu ia berpaling dan meninggalkanku dengan wajah seperti kecewa tapi aku tak tahu apa yang ada di benakknya. Setelah beberapa hari dirikupun membaik,aku akan kembali bekerja. Hari ini tanggal 10 desember ya? Sebentar lagi tahun baru aku harus mengajak adikku jalan-jalan melihat kembang api. Aku sudah menemuinya saat aku sakit,seperti biasa dengan ucapan terimakasih kakak sellau terucap di mulutnya.
Hari ini dingin sekali seakan surya pun tak mampu menghangatkan tubuh ini,aku masih penasaran dengan orang tua itu sangat familiar buatku. Kenapa dia begitu peduli denganku ahh kuacuhkan saja dia. Seperti biasa hari ini adalah waktuku untuk bekerja,dengan ketergesaanku aku menabrak seoarng wanita yang kayaknya sih dia seorang penjual bunga karena dia baru saja keluar dari tokonya “bruukk…!”
sumimasen  aku benar-benar tak tahu tentang anda…”jawabku  dengan tergopoh-gopoh
“tak apa-apa aku pun juga salah” jawabnya dengan lembut

   lalu aku pun ikut membantu mengambilkan bunga yang berceceran di trotoar karenaku,tak sadar aku melihat wajahnya yang seakan mirip dengan ibukku. Ia cantik jelita wajahnya merona bersinar bagaikan mentari. Uh.. tak sadar aku dibuatnya terpaku,sampai dia menepuk bahuku “sensei..” 
“ah maaf..aku tak sengaja melamun.,aku akan kembali kesini jika kau mau aku akan berangkat bekerja”
“ah tidak apa-apa kemarilah jika kau mau aku pun selalu menyediakan tempat yang nyaman untuk tamu seperti sensei.”
“terimakasih banyak nona.” Lalu aku pun meninggalkan wanita cantik itu,aku sempat berfikir kenapa aku tak menanyakan namanya bodoh sekali aku.

Lalu janjiku untuk bertemu dia kutepati,kubel pintu rumahnya lalu aku berbincang banyak tentang dia dan menceritakan semua tentangku bersama adikku. Oh namanya ialah Aisawa Otsune,dia memanggil nama depanku selama ini tak ada yang menghormatiku seperti itu. Aku dibuat kagum dengannya ia adalah gadis tunggal sama sepertiku orang tuanya meninggal ia anak sulung yang bersama neneknya menjual bunga demi kelangsungan hidupnya.
Aku pun mengenalkannya dengan adikku kuajak dia untuk menjenguk adikku jika dia tak repot. Kami seperti keluarga yang sangat sulit dipisahkan hingga suatu saat aku tersadar,saat itu aku bersama Aisawa duduk bersama sambil berbincang di taman yang biasa kukunjungi.
“Aisawa,apa kamu mempunyai suatu masalah yang sangat rumit?”
“hmm…
mungkin sebuah harapan untuk pergi kuliah”
“oh begitu.. aku pun mempunyai masalah kebingungan tentang tujuan hidupku,untuk apa aku hidup sedangkan aku sendirian berusaha.”
tiba-tiba ia meraih tanganku…
“tidak,kau tidak sendirian menurutku tujuan hidup ini adalah membahagiakan orang yang spesial buat kita”
“orang spesial?” tanyaku sambil tersipu malu
“iya,menurutku orang spesial ialah orang yang kita anggap lebih dalam arti menyayanginya ataupun membahagiakannya. Itulah tujuanku kenapa aku ingin kuliah karena aku ingin membahagiakan ibu dan ayahku disana,tak lupa nenekku yang sekarang sangat menyayangiku tentunya hehe..” sambil tertawa kecil
“maukah kamu menemaniku saat tahun baru nanti kita bersama akan melihat kembang api.”
“asyik pastinya,iya aku mau.” Jawabnya dengan senang
Impian….
Manusia pasti mempunyai impian,ya benar apa yang dikatakan Aisawa tujuan hidpuku adalah mendapatkan senyuman dari orang yang sangat kusayangi.
Paginya seperti biasa aku terbangun dari tempat tidurku bergegegas karena malamnya aku ingin pergi bersama Aisawa dan Adikku. “Ahh.. apa yang harus kubawa untuk Aisawa nanti ya.” Tak biasanya aku berdandan rapi seperti ini apakah aku sedang jatuh cinta?
Lalu aku memeriksa semua isi didalam lemari ataupun yang lainnya,tak kusangka aku menemukan sebuah foto ibuku bersama…
“Inikan… ORANG TUA ituu…? Apakah dia ayahku..”
lalu aku menemukan sebuah secarik surat yang berisi
            “Suzu.. Aku sebenarnya sangat menyayangimu apalagi anak kita kedua sudah lahir tetapi orang tuaku tak menyetujui hubungan kita. Suzu… mohon maaf sekali apabila aku tak bisa membesarkan anak kita,tolong besarkan anak-anakku.”
Mungkin aku sudah salah paham dengan ayahku yang bodoh itu ,tetapi kesedihanku tertunda karena…
ada secarik kertas lagi dibaliknya
            “dan…. Untukmu yang akan lahir dan yang sudah lahir,jika ayahmu ada disampingmu bersiaplah ! aku akan menyayangimu,memarahimu dan mengajarkan apa yang aku tahu.
Pertama… Lahirlah dengan sehat,lalu aku akan mengajarkanmu tata krama kepada orang tuamu
Kedua… Patuhilah nasehat ibumu yang membesarkanmu,yang melahirkanmu
Ketiga… Aku ingin kau menjadi kebanggaan Ayahmu
Aku dan ibumu sangat mencintaimu. Apabila ayahmu tak ada tolong jangan buat ibumu menangis sedih bahagiakanlah ibumu nak… dan Kau kakak jangan membuat adikmu menangis ya hehe aku juga menyayangi kalian semua.
End”

Benar-benar KAU AYAH YANG BODOH, kenapa tidak dari awal kau mengaku saja !! “
walaupun aku mengatakan begitu tetapi tangisanku tak bisa kubendung….
Malampun tiba..
aku mengajak adikku pergi bersama walaupun ia tak diizinkan oleh dokter karena penyakitnya tetapi aku diam-diam menggendongnya pergi menuju ke rumah Aisawa dan melihat kembang api.Karena aku yakin ia akan sembuh setelah terkabul keinginan yang sangat terpendam olehnya. Pertama aku mengujungi rumah Aisawa dia berpakaian cantik sekali membuatku terpana,kami bertiga jalan bersama ku gendong adikku,lalu dia tertawa bahagia. Aku menuju taman yang biasa,jam menunjukan pukul 22.59
“wah kurang 1 menit lagi,ayo Aisawa kita mulai menghitung.”
1…2….3… SELAMAT TAHUN BARU. “Preet preet” suara terompet terdengar dimana-mana,kemerkahan kembang api membuat adikku terpukau “waaahhhh.. Kakak lihat,lihat itu kembang api sughoii …” aku tersenyum lebar melihat mereka berdua tersenyum,kurasa mereka itu adalah orang specialku untuk itu aku harus menyayangi dan melindungi mereka dan karena sekarang aku…
 tak sendirian lagi…

Not Alone - Cerpen

Posted by : Hafian Kyun
Rabu, 23 November 2016
0 Comments

- Copyright © Ranah Coretan - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -